Assalamualaikum hayy pengunjung blogku tercintaa, disini saya akan kembali menceritakan pengalaman kedua saya mencari naskah kuno, kali ini ceritanya nggak kalah menarik dong dengan cerita pertama dan ini bisa dibilang perosesi lanjutan dari yang pertama, saya dan ke 12 teman saya berangkat dari Mataram menuju Desa Bonjeruk Lombok Tengah, disana kami mengunjungi salah satu rumah tokoh adat. Rumah tersebut masih sangat asri dengan bahan dasar dari pohon bambu yang dalam bahasa Sasaknya disebut dengan pegedengan. Disana kami dan Bapak murdani beserta bapak hasan berbincang – bincang mengenai naskah kuno, beliau banyak menjelaskan tentang seluk-beluk naskah kuno tersebut. mulai dari usia naskah tesebut, didapatkan dari mana sampai cara membacanya pula diajarkan kepada kami. Karena waktu yang terbatas akhirnya kami langsung mengutarakan maksud dan tujuan kami kesana.
Saya benar-benar memperhatikan cara pak Mardani menembang, setelah beliau selesai menembangkan takepan tersebut akhirnya pak Hasan mengartikan lembaran takepan yang saya pilih tersebut. beliau mengartikannya dalam bahasa Sasak. Selain mengartikannya beliau juga memberikan penilaian karakterter atau watak kepada kita berdasarkan naskah tersebut.
Misalnya sepertinya saya, arti dari pilihan saya adalah saya adalah orang yang memilih pendidikan dan karier terlebih dahulu, saya lebih mengutamakan kesuksesan saya terlebih dahulu, setelah saya mendapatakan kesuksesan barulah saya akan mencari pasangan dan jodoh. Maksudnya saya lebih mengutamakan kesuksesan terlebih dahulu, mencari pekerajaan dan mendapatkan karier. Barulah setelah itu saya memikirkan tentang jodoh dan pasangan saya untuk kehidupan selanjutnya.
Ya, jelas dong saya mengaminkan, karena bagus untuk saya dikemudian hari.mungkin, apa yang saya dapatkan hari itu bisa mengispirasi untuk teman-teman sekalian.sekian dan terima kasihhh. Sampai jumpa pengunjung blogku tercinta.
